Rabu, 26 Desember 2012

UAS ICT-PPT & Artikel (Pengembangan Kurikulum MI di Indonesia)

Dengan extraa kebuut-kebuutan n penuh pengorbanan akhirnya tugas UAS PPT (Pengembangan Kurikulum MI di Indonesia) saya selesai juga. Alhamdulillah......meskipun mepet banget ngumpulinnya.
 



Pengembangan Kurikulum MI di Indonesia
Oleh : Syelvyana Rosida

A.       Pengertian Kurikulum
Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancang secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapi tujuan pendidikan.[1]

Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh. Salah satu fungsi kurikulum ialah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang pada dasarnya kurikulum memiliki komponen pokok dan komponen penunjang yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut. [2]

B.       Prinsip Pengembangan Kurikulum
Kurikulum dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi  Dinas Pendidikan dan Kantor Kementrian Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan propinsi untuk pendidikan menengah. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1.        Berpusat pada potensi, Perkembangan, Kebutuhan, dan Kepentingan Peserta Didik dan lingkungannya.
2.        Beragam dan terpadu.
3.        Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
4.        Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
5.        Menyeluruh dan berkesinambungan.
6.        Belajar sepanjang hayat.
7.        Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

C.       Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
            Dalam pelaksanaan kurikulum di setiap satuan pendidikan menggunakan prinsip Pelaksanaan kurikulum didasarkan  pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.
Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan lima pilar belajar, yaitu:
a.         belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
b.        belajar untuk memahami dan menghayati,
c.         belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
d.        belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan
e.         belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

D.      Pengertian Madrasah Ibtidaiyah 
Madrasah Ibtidaiyah (disingkat MI) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal diIndonesia, setara dengan Sekolah Dasar, yang pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama. Pendidikan madrasah ibtidaiyah ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Lulusan madrasah ibtidaiyah dapat melanjutkan pendidikan ke madrasah tsanawiyah atau sekolah menengah pertama.[3]
Kurikulum madrasah ibtidaiyah sama dengan kurikulum sekolah dasar, hanya saja pada MI terdapat porsi lebih banyak mengenai pendidikan agama Islam. Selain mengajarkan mata pelajaran sebagaimana sekolah dasar, juga ditambah dengan pelajaran-pelajaran seperti:
·         Alquran dan Hadits
·         Aqidah dan Akhlaq
·         Fiqih
·         Sejarah Kebudayaan Islam
·         Bahasa Arab
Proses pengembangan Madrasah Ibtidaiyah (MI) selain menjadi tanggung jawab internal Madrasah, juga harus didukung oleh perhatian yang serius dari proses pembangunan pemerintah. Meningkatkan dan mengembangkan peran serta Madrasah dalam proses pembangunan merupakan langkah strategis dalam membangun masyarakat, daerah, bangsa, dan negara. Terlebih, dalam kondisi yang tengah mengalami krisis (degradasi) moral. Madrasah sebagai lembaga pendidikan yang membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral, harus menjadi pelopor sekaligus inspirator pembangkit moral bangsa. Sehingga, pembangunan tidak menjadi hampa melainkan lebih bernilai dan bermakna.[4]

E.       Madrasah  Ibtidaiyah di Indonesia
Madrasah Ibtidaiyah di Indonesia sangat unik dan tidak sama dengan Madrasah di manapun, karena: (a) diselengarakan seperti sekolah biasa, (b) mengajarkan kurikulum nasional, (c) menyiapkan siswa untuk mengikuti ujian nasional, (d) bersifat koedukasi, (e) memberikan ketrampilan hidup untuk menjadi warga negara yang produktif dalam masyarakat modern dan majemuk, dan (f) berhasil memberikan landasan nilai dan norma tradisional agama yang kuat berbasis kepada ajaran agama Islam, disamping pendidikan umum yang modern.[5]

F.       Pengembangan Kurikulum Madrasah
Reformasi Sekolah memiliki arti yang sangat luas, tidak terbatas pada masalah manajemen saja. Dalam hal ini, sekolah di harapkan mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan pribadi peserta didik, tidak menjadi lembaga mekanik, birokratik dan kaku, tetapi menjadi sebuah lembaga sosial yang organik, demokratik dan inovatif. Hal inilah yang ingin dilakukan sekolah-sekolah dalam reformasi pendidikan di Indonesia.
Ada hal yang perlu di perhatikan dalam reformasi sekolah yaitu tujuan dan sasaran pendidikan harus membentuk manusia Indonesia secara utuh melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi masa yang akan datang, peserta didik merupakan subyek sekaligus obyek pendidikan, mendidika merupakan pekerjaan profesional, isi pendidikan merupakan segala pengalaman yang harus dimiliki peserta didik. Oleh karena itu kurikulum perlu penyesuaian-penyesuaian dan keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kelengkapan fasislitas dan sumber belajar.
Salah satu cara yang dilakukan pihak madrasah untuk mencapai tujuan pendidikan dengan menciptakan strategi baru untuk peningkatan kurikulum agar hasil akhir peserta didiknya mampu diterima di lingkungan masyarakat sekarang.
Dalam serba keterbatasannya, madrasah dihadapkan pada era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Kemajuan iptek telah mendorong munculnya berbagai perubahan, bahkan transformasi kebudayaan manusia secara keseluruhan. Kemajuan iptek telah membawa kemudahan hidup, kebutuhan yang serba instan dan kehidupan yang mabuk teknologi. Dampak negatif yang dapat kita rasakan adalah munculnya demoralisasi budaya dan nilai-nilai spiritual. Madrasah memiliki peran yang sangat strategis dalam membendung efek negatif globalisasi dan melakukan rekontruksi moral. Bukannya madrasah menolak kemajuan iptek, hanya saja harus ada proses adaptif tanpa meninggalkan sikap kritis atas ekses dari proses modernisasi itu sendiri. Dengan mengintegrasikan antara iptek dan imtaq, maka kemajuan teknologi tersebut dapat diarahkan kepada kehidupan yang lebih Islami.[6]

G.      Struktur Kurikulum Di Madrasah Ibtidaiyah
Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai Kelas I sampai dengan Kelas VI. Struktur kurikulum  SD/MI disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut.[7]
a.       Kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri.
b.     Substansi mata pelajaran IPA dan  IPS pada SD/MI merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”.
c.       Pembelajaran pada Kelas I s.d. III dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan pada Kelas IV  s.d. VI  dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran. 
d.      Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan  sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
e.       Alokasi waktu satu jam  pembelajaran adalah 35 menit. 

            Dalam perkembangannya madrasah berlangsung sangat cepat. Pada pertengahan tahun 1960-an, terdapat 13.057 Madrasah Ibtidaiyah (MI), pendidikan setingkat sekolah dasar (SD) pada sistem pendidikan umum. Paling tidak terdapat 1.927.777 siswa yang mendaftarkan diri di MI.
Melihat kenyataan tersebut sudah tidak diragukan lagi bahwa Madrasah Ibtidaiyah (MI) memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan. Apalagi dilihat secara historis, Madrasah memiliki pengalaman yang luar biasa dalam membina dan mengembangkan masyarakat. Bahkan, Madrasah mampu meningkatkan perannya secara mandiri dengan menggali potensi yang dimiliki masyarakat di sekelilingnya.
Proses pengembangan Madrasah Ibtidaiyah (MI) selain menjadi tanggung jawab internal Madrasah, juga harus didukung oleh perhatian yang serius dari proses pembangunan pemerintah. Meningkatkan dan mengembangkan peran serta Madrasah dalam proses pembangunan merupakan langkah strategis dalam membangun masyarakat, daerah, bangsa, dan negara. Terlebih, dalam kondisi yang tengah mengalami krisis (degradasi) moral. Madrasah sebagai lembaga pendidikan yang membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral, harus menjadi pelopor sekaligus inspirator pembangkit moral bangsa. Sehingga, pembangunan tidak menjadi hampa melainkan lebih bernilai dan bermakna.[8]
            Struktur kurikulum yang ditetapkan di MI merupakan substansi pembelajaran yang harus ditempuh peserta didik dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai kelas satu sampai dengan kelam enam. Struktur kurikulum Madrasah Ibtidaiyah terdiri atas tiga komponen, yakni komponen mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Komponen mata pelajaran dikembangkan berdasarkan atas lima kelompok mata pelajaran, yaitu:
Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia. Terdiri dari: Al-Qur’an Hadist, Akidah-Akhlak, Fikih, SKI dan Bahasa Arab.[9]

H.      Kelebihan Kurikulum MI
Keberadaan Madrasah Ibtidaiyah (MI) saat ini yang sudah disamakan dengan Sekolah Dasar (SD) menuntut adanya peningkatan kualitasnya. Dibandingkan dengan SD, MI memiliki banyak kelebihan kurikulumnya. Kurikulum MI memiliki kelebihan dalam pendidikan dan pembiasaan nilai-nilai agama. Bahkan SD Islam Terpadu sebagian besar mencantumkan kurikulum MI seperti fikih, Alquran dan hadis, atau Bahasa Arab.[10]

Dalil
$ygƒr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# bÎ) óOçFZä. Îû 5=÷ƒu z`ÏiB Ï]÷èt7ø9$# $¯RÎ*sù /ä3»oYø)n=yz `ÏiB 5>#tè? §NèO `ÏB 7pxÿõÜœR §NèO ô`ÏB 7ps)n=tæ ¢OèO `ÏB 7ptóôÒB 7ps)¯=sƒC ÎŽöxîur 7ps)¯=sƒèC tûÎiüt7ãYÏj9 öNä3s9 4 É)çRur Îû ÏQ%tnöF{$# $tB âä!$t±nS #n<Î) 9@y_r& wK|¡B §NèO öNä3ã_̍øƒéU WxøÿÏÛ ¢OèO (#þqäóè=ö7tFÏ9 öNà2£ä©r& ( Nà6ZÏBur `¨B 4¯ûuqtGムNà6ZÏBur `¨B Štãƒ #n<Î) ÉAsŒör& ̍ßJãèø9$# Ÿxøx6Ï9 zNn=÷ètƒ .`ÏB Ï÷èt/ 8Nù=Ïæ $\«øx© 4 ts?ur šßöF{$# ZoyÏB$yd !#sŒÎ*sù $uZø9tRr& $ygøŠn=tæ uä!$yJø9$# ôN¨tI÷d$# ôMt/uur ôMtFt6/Rr&ur `ÏB Èe@à2 £l÷ry 8kŠÎgt/ ÇÎÈ   y7Ï9ºsŒ ¨br'Î/ ©!$# uqèd ,ptø:$# ¼çm¯Rr&ur Çøtä 4tAöquKø9$# ¼çm¯Rr&ur 4n?tã Èe@ä. &äóÓx« ֍ƒÏs% ÇÏÈ  
5. Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
6. yang demikian itu, karena Sesungguhnya Allah, Dialah yang haq[977] dan Sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,

[977] Maksudnya: Allah-lah Tuhan yang sebenarnya, yang wajib disembah, yang berkuasa dan sebagainya.






0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright Ochy's Blog 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .